Kemajuan teknologi mempengaruhi pola hidup serta daya konsumsi manusia dalam suatu konten. daya konsumsi ini tidak dibatasi dan tersedia selama manusia membutuhkannya, entah itu konten yang berkonotasi negatif maupun konten yang berkonotasi positif terhadap tubuh.
Dalam menunjang gaya hidup konsumtif terhadap suatu konten otak merupakan gerbang utama dan memiliki peran vital didalamnya. hal tersebut mempengaruhi bagaimana manusia itu mengambil sebuah sikap terhadap konten yang akan dikonsumsinya.
Semakin baik konten yang dikonsumsi semakin baik pula terhadap kesehatan otak, karena didalam otak kita memiliki memori yang akan merekam apapun yang kita konsumsi.
Memastikan kesehatan otak merupakan pokok utama yang perlu di perhatikan, hal ini dilakukan agar fungsi otak tidak terganggu ketika difungsikan dalam waktu dan tempat apapun. kinerja otak dipengaruhi oleh konten yang kita konsumsi, pola tidur, pola makan, dan olahraga merupakan hal yang mempengaruhi kesehatan otak.
Ketika otak memiliki fungsi yang baik, kita tidak akan kesulitan untuk mengingat, dan fokus. kemampuan ini terletak pada bagian otak pre frontal cortex - bagian depan otak. kerusakan PFC dapat mempengaruhi sebagaian besar sikap positif tubuh terhadap sesuatu yang akan dihadapinya, seperti mengingat, fokus, bersikap, menentukan keputusan, berpikir kritis, problem solving dsb.
Kerusakan PFC dipengaruhi oleh kebiasaan konsumsi konten pornografi, dan pola tidur yang tidak baik. namun yang paling besar mempengaruhi adalah pornografi. Pornografi memiliki pengaruh yang setara dengan NAPZA atau sejenis narkoba yang bisa merusak fungsi PFC otak. Tidak heran konten pornografi kerap disebut Narkolema (Narkoba Lewat Mata) artinya memang memiliki pengaruh yang besar terhadap kerusakan otak.
Berdasarkan kutipan dari alodokter.com :
Penelitian menyebutkan bahwa saat seseorang kecanduan pornografi, maka tubuh akan memproduksi senyawa kimia berupa erotoksin yang merangsang gairah seksual di bagian PFC. Rangsangan erotoksin secara terus menerus disinyalir bisa mengubah mekanisme kimiawi otak sehingga menyebabkan kerusakan otak.
Beberapa gejala atau dampak kerusakan PFC akibat pornografi diantaranya yaitu:
Meskipun sudah ada beberapa penelitian mengenai kerusakan PFC akibat pornografu, namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut lagi untuk penegakan diagnosis serta penanganan ilmiahnya. Apabila Anda mengalami kecanduan pornografi dan khawatir terjadi kerusakan PFC, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kejiwaan / psikiater.
Sementara itu untuk mencegah kerusakan PFC yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi kecanduan pornografi misalnya dengan:
referensi :
alodokter.com
unsplash.com